MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Pemulihan pasokan listrik di Sistem Interkoneksi Kalimantan masih menghadapi tantangan. Salah satunya berasal dari belum optimalnya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Senipah yang saat ini hanya mampu memasok listrik sebesar 36 megawatt (MW) dari total kapasitas 117 MW.

Kondisi tersebut mendorong percepatan penanganan dua unit pembangkit PLTGU Senipah yang masih menjalani proses pemeliharaan dan perbaikan. Pemulihan kedua unit diproyeksikan berlangsung secara bertahap hingga akhir 2026.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan PLTGU Senipah memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan listrik di Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Menurutnya, peningkatan kemampuan pasok pembangkit tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketersediaan daya di tengah kondisi sejumlah pembangkit yang belum beroperasi optimal akibat gangguan maupun pemeliharaan.
“Pemulihan pembangkit menjadi salah satu prioritas kami dalam upaya meningkatkan ketersediaan daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan. Karena itu, koordinasi dengan mitra pengelola terus kami intensifkan agar setiap perkembangan penanganan dapat dipantau bersama dan langkah-langkah percepatan dapat dioptimalkan,” ujar Chaliq.
Saat ini, penanganan dua unit PLTGU Senipah dilakukan melalui tahapan teknis berbeda. Pekerjaan meliputi pemeliharaan menyeluruh serta persiapan penggantian sejumlah komponen utama untuk mengembalikan kemampuan operasi pembangkit.
Proses pemulihan juga mencakup penyelesaian pekerjaan pemeliharaan, pengadaan dan pengiriman komponen pengganti, hingga persiapan pengujian sebelum unit kembali dioperasikan.
General Manager Operations PLTGU Senipah, Fajri, menyampaikan bahwa proses pemeliharaan dan perbaikan mesin terus dilakukan melalui koordinasi dengan pihak manufaktur serta mitra teknis.
“Berbagai tahapan penanganan terus kami jalankan, mulai dari proses pemeliharaan mesin hingga pemenuhan kebutuhan komponen pengganti. Kami terus berkoordinasi dengan PLN dan seluruh pihak terkait untuk mendukung kelancaran pekerjaan, dengan tetap mengutamakan keselamatan, kesiapan teknis, dan keandalan mesin sebelum kembali dioperasikan,” jelasnya.
Pemulihan Pasokan Dilakukan Bertahap
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli meninjau langsung perkembangan penanganan pembangkit di PLTGU Senipah pada 7 November 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dengan pengelola pembangkit sekaligus memantau tahapan pemulihan kemampuan pasok listrik.
Di luar penanganan PLTGU Senipah, PLN juga mengupayakan penguatan pasokan melalui optimalisasi pembangkit eksisting dan penambahan kapasitas pembangkit sewa secara bertahap.
Langkah tersebut dilakukan secara paralel untuk meningkatkan ketersediaan daya sekaligus menjaga kestabilan Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Pada sisi operasional, pemantauan kondisi sistem dan pengaturan operasi pembangkit terus dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan pasok yang tersedia. Koordinasi lintas unit dan mitra pengelola juga diperkuat agar tambahan daya yang berhasil dipulihkan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Chaliq mengakui kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN bersama seluruh mitra pembangkit terus bekerja mengoptimalkan setiap langkah pemulihan agar ketersediaan pasokan listrik dapat semakin meningkat dan pelayanan kepada masyarakat berangsur membaik,” ujarnya.
Pemulihan kemampuan PLTGU Senipah menjadi salah satu faktor penting dalam upaya memperkuat pasokan listrik Kalimantan. Ketersediaan energi listrik yang memadai dibutuhkan untuk menopang aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, serta kegiatan industri dan dunia usaha di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Dengan demikian, percepatan perbaikan pembangkit dan kepastian jadwal pengoperasian kembali menjadi perhatian penting, terutama di tengah kebutuhan listrik yang terus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. (Imy)








