Sabtu, 7 November 2026

Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta, BEI Perkuat Literasi Investasi

Redaksi IDC | Saturday, 07 November 2026 | 11:49
WhatsApp Image 2026-11-05 at 17.55.53

MEDIAONLINEIDC.COM; JAKARTA– Jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertumbuh. Hingga 15 Oktober 2026, jumlah investor tercatat mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID), termasuk 10.301.974 SID investor saham. Di tengah pertumbuhan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat edukasi dan literasi investasi agar masyarakat tidak sekadar menjadi investor, tetapi juga memahami instrumen serta risiko investasinya.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan ini diselenggarakan BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai berbagai instrumen investasi, tujuan keuangan, serta risiko yang menyertainya.

Menurutnya, investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan persiapan, perencanaan, dan konsistensi untuk mencapai tujuan keuangan.

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey saat pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11).

Ia menambahkan, setiap orang memiliki kemampuan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

Pesan tersebut sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diluncurkan BEI sejak 10 Agustus 2023. Melalui kampanye tersebut, BEI mendorong masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengenal pasar modal dan berinvestasi sesuai kemampuan serta kebutuhan keuangan.

Hadirkan 88 Booth dan Beragam Edukasi

Tidak hanya menjadi ajang edukasi, CMSE 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkenalkan ekosistem pasar modal Indonesia kepada masyarakat.

Pada hari pertama, agenda mencakup Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.

Selanjutnya, pada Jumat (6/11), pengunjung dapat mengikuti peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), serta berbagai sesi edukasi mengenai perencanaan keuangan, pilihan instrumen investasi, dan pasar modal syariah.

Sementara pada Sabtu (7/11), kegiatan akan diisi edukasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sektor keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.

CMSE 2026 juga menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant yang melibatkan berbagai pelaku industri dan pemangku kepentingan pasar modal.

Peserta pameran terdiri atas OJK, Self-Regulatory Organization (SRO) beserta anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Selain itu, terdapat perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, dan sejumlah mitra lainnya.

Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi langsung mengenai produk, layanan, dan berbagai peluang investasi di pasar modal Indonesia.

Perluas Inklusi Keuangan

BEI menilai pertumbuhan jumlah investor menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal. Sebab, peningkatan partisipasi masyarakat perlu disertai kemampuan mengambil keputusan investasi secara tepat berdasarkan pengetahuan dan pemahaman risiko.

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan CMSE, tetapi juga melalui rangkaian Road to CMSE 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pasar modal.

Melalui kegiatan ini, BEI bersama SRO dan OJK berupaya memperluas literasi sekaligus inklusi keuangan, serta memperkuat kontribusi pasar modal terhadap perekonomian nasional.

Pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung penghimpunan dana jangka panjang, memperluas akses investasi, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi.

BEI berharap CMSE 2026 dapat mendorong semakin banyak masyarakat mengenal pasar modal dan memulai investasi dengan bekal pengetahuan yang memadai.

Dengan demikian, pertumbuhan jumlah investor tidak hanya tercermin dari peningkatan angka SID, tetapi juga diikuti kualitas investor yang lebih memahami tujuan keuangan, karakteristik produk, serta risiko investasi. (Imy)