Dari Hulu ke Hilir: Trubus Sentra Agrobisnis Menjaga Stabilitas Harga Pangan Daerah

Redaksi IDC | Thursday, 30 April 2026 | 17:19
produk olahan dari program Wakaf Produktif Trubus Sentra Agrobisnis Pondok Persantren Trubus Iman, Paser, Kaltim
produk olahan dari program Wakaf Produktif Trubus Sentra Agrobisnis Pondok Persantren Trubus Iman, Paser, Kaltim

MEDIAONLINEIDC,COM; KABUPATEN PASER— Di tengah tantangan inflasi pangan yang kerap dipicu ketidakstabilan harga komoditas, kehadiran Trubus Sentra Agrobisnis di Kabupaten Paser menjadi contoh nyata solusi berbasis sistem. Dengan konsep hulu-hilir, konsep pertanian yang ditekuni oleh Pesantren Trubus Iman ini tidak hanya memproduksi bahan pangan, tetapi juga mengolahnya hingga menjadi produk bernilai tambah.

Pimpinan Pesantren Khusus di Pemberdayaan Aset Wakaf- Daniar
Pimpinan Pesantren Khusus di Pemberdayaan Aset Wakaf- Daniar

“Hilirisasi produk itu penting untuk meningkatkan nilai tambah. Jadi kita mulai dari bahan hulu sampai hilirnya. Itu yang memperkuat sekaligus meningkatkan kualitas serta menjaga stabilitas semua produk olahankita,” ujar Pimpinan Pesantren Khusus di Pemberdayaan Aset Wakaf- Daniar pada Rabu (29/ 04/ 2026).

“Kami tidak hanya menjual hasil panen, tapi mengolahnya menjadi produk seperti keripik jamur, keripik buah, dan produk turunan lainnya. Strategi ini membuat produk lebih tahan terhadap fluktuasi harga sekaligus memperluas pasar,” kata Daniar seraya tersenyum.

Daniar mengatakan, produk pertanian di Trubus Sentra Agrobisnis berbeda dengan pertanian lainnya yang hanya menghasilkan satu sub produk. Ia menjelaskan pihaknya memiliki produk bahan baku yang juga bisa dipasarkan yang mana bahan baku tersebut pun bisa berakhir di produk olahan yang bernilai ekonomi.  Untuk itulah pesantren ini menerapkan konsep hilirisasi.

“Jadi tidak berpengaruh terhadap fluktuasi harga pertanian ini. Sehingga model ini secara langsung berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah, karena menjaga kesinambungan pasokan sekaligus menahan gejolak harga di tingkat produsen maupun konsumen,” ujarnya optimis.

Kata Daniar menjelaskan, Pondok Pesantren Trubus Iman mengadopsi model pengembangan wakaf produktif dalam menjalankan usaha sektor agrobisnis tersebut. Mengingat pesantren yang berdiri sejak tahun 2011 tersebut dirintis setelah proses akta ikrar wakaf dari pendiri pewakifnya Hj. Toni Budi Hartono.

Trubus Sentra Agrobisnis sendiri mengembangkan berbagai komoditas unggulan. Beberapa komoditas yang sudah berkembang antara lain gula aren, jamur tiram dan olahannya, buah-buahan dan olahannyal. Terdapat pula produk greenhouse seperti melon golden dan papaya. Dari sektor perikanan, pesantren ini budidaya ikan air tawar seperti lele, patin, dan nila. Selain itu, terdapat pula peternakan domba dan unggas, serta perkebunan kelapa sawit dan aren.

Dampak lainnya terlihat dari penyerapan tenaga kerja lokal. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ekonomi pesantren, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Areal Sentra Agrobisnis di Trubus seluas 375 hektar. Kurang lebih ada 150 warga lokal kami libatkan dalam rantai bisnis dari hulu sampai hilir. Tenaga kerja memang ada dua sektor ya. Untuks ektor perkebunan semua warga lokal. Selebihnya dari luar sehingga total yang pekerja yang dilibatkan sekitar 300 orang,” jelas Daniar.

Keunggulan: Ekosistem Hulu-Hilir dan Pertanian Ramah Lingkungan

Daniar mengatakan keunggulan utama Trubus Sentra Agrobisnis terletak pada sistem yang terintegrasi. Ia menjelaskan setiap sektor dikembangkan secara menyeluruh mulai dari pembibitan, produksi, hingga pengolahan. Bahkan limbah pun tidak terbuang percuma. Dengan demikian, seluruh siklus produksi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Kami membangun ekosistem bisnis, bukan hanya usaha pertanian biasa. Kami menerapkan prinsip zero waste. Limbah dari peternakan dan produksi kami olah menjadi kompos untuk pertanian,” jelasnya.

“Apa yang kami ambil dari bumi, harus kami kembalikan ke bumi. Pendekatan ini menjadikan Trubus tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis,” ujarnya optimis.

Dalam operasionalnya, Trubus Sentra Agrobisnis juga mengadopsi berbagai teknologi modern. Daniar berujar pihaknya sudah menggunakan greenhouse, sistem drip irrigation, dan vacuum frying untuk produksi keripik. Ke depan, ujarnya, pengembangan akan diarahkan pada teknologi yang lebih canggih.

“Kami mulai masuk ke hidroponik dan Internet of Things. Ini bagian dari tahapan menuju agriteknologi,” kata Daniar.

Perjalanan Trubus Sentra Agrobinsis juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia. Ia mengatakan sejak 2019 usaha ini menjadi binaan BI Balikpapan.

“Banyak dukungan yang kami terima, mulai dari pelatihan, kurasi produk, sampai bantuan alat dan mesin,” ujar Daniar.

Pesan untuk Generasi Muda: Pertanian adalah Masa Depan

Di tengah anggapan bahwa pertanian kurang menarik, Daniar justru melihat peluang besar bagi generasi muda. Ia berujar sektor pertanian sekarang sangat dekat dengan teknologi dan digital. Ini peluang besar untuk anak muda.

Dengan pendekatan modern dan berbasis teknologi, pertanian kini bukan lagi sektor tradisional, melainkan ruang inovasi yang terbuka luas bagi generasi masa depan.

“Agrobisnis adalah sektor yang tidak akan pernah mati. Selama manusia masih hidup, kebutuhan pangan akan selalu ada. Artinya pertanian itu bisnis yang sangat menjanjikan,” kata Daniar.

Menguatkan Rantai Pasok Pangan Lewat Kolaborasi dan Kemandirian Produksi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan  Robi Ariadi, mengatakan Trubus Sentra Agrobisnis menjadi simpul penting dalam menjaga stabilitas harga, khususnya dari sisi pasokan hortikultura. Ia mengatakan inflasi pangan tidak hanya soal harga di pasar, tetapi juga tentang bagaimana rantai pasok dikelola dari sumbernya.

“Bank Indonesia Balikpapan melihat Trubus Sentra Agrobisnis memiliki peran strategis dalam mendukung pengendalian inflasi, khususnya dari sisi pasokan komoditas hortikultura,” kata Robi optimis.

“Trubus memiliki peran strategis dalam mendukung pengendalian inflasi, terutama dari sisi pasokan,” ujarnya menambahkan.

Kata Robi menjelaskan Pondok Pesantren Trubus Iman berpotensi menjadi sumber pasokan pangan lokal yang mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Paser melalui pengembangan komoditas hortikultura berbasis prinsip kemandirian pangan, yaitu pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri dari produksi sendiri

Meskipun skalanya masih terbatas, Robi berujar model ini dapat berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pasokan dari luar aerah secara bertahap, khususnya untuk komoditas yang dapat dibudidayakan secara lokal.

“Sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan pasokan tambahan bagi masyarakat sekitar. tentu saja apabila kapasitas produksinya diperkuat melalui dukungan kolaboratif lintas pemangku kepentingan,” kata Robi menekankan.

Adapun kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan Pondok Pesantren Trubus Iman dalam dalam program Wakaf Produktif Trubus Sentra Agrobisnis ini adalah dengan melalui pendekatan sinergi lintas pihak. Ia menyebutkan dari Bank Indonesia berperan dalam mendorong penguatan kapasitas, fasilitas program, serta pendampingan dari sisi pengembangan usaha dankelembagaan.

“Sementara itu pemerintah daerah berperan dalam dukungan kebijakan, pembinaan sektor pertanian serta konektivitas dengan program ketahanan pangan daerah,” ujarnya menjelaskan.

Dalam mengembangkan Trubus Sentra Agrobisnis, Bank Indonesia Balikpapan mengambil peran dalam penguatan kapasitas dan pendampingan usaha, mulai dari penguatan model bisnis, pendampingan pengelolaan usaha, digitalisasi pembayaran, serta fasilitas perluasan akses pasar melalui jejaring mitra.

“Pondok Pesantren Trubus Iman menempati posisi unik yaitu sebagai produsen sekaligus pusat pemberdayaan. Dengan mengembangkan komoditas hortikultura berbasis kemandirian pangan, pesantren ini berupaya memenuhi kebutuhan dari produksi sendiri,” kata Robi.


Peluang Menuju Pasar Global

Kata Robi menjelaskan, program wakaf produktif Trubus Sentra Agrobisnis di Pondok Pesantren Trubus Iman memiliki karakter pasar yang lebih stabil, bahkan berpotensi menembus pasar global. Robi melihat dari sisi pengembangan produk pangan olahan bernilai tambah dan permintaan pasar yang lebih stabil.

Potensi ini semakin nyata setelah Pondok Pesantren Trubus Iman mengikuti program pembinaan ekspor yang difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan. Program ini membekali pelaku usaha dengan pemahaman standar mutu, teknik pengemasan, hingga akses jejaring pasar internasional.

“Dengan fondasi tersebut, Trubus tidak hanya berbicara tentang ketahanan pangan lokal, tetapi juga tentang bagaimana produk desa bisa masuk dalam rantai nilai global,” kata Robi.

“Inilah yang kami harapkan bahwa pesantren tidak hanya berperans ebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya menambahkan. (Imy)

Tags :