Jumat, 2 Oktober 2026

KPB Serahkan 20 Komposter untuk Dukung Program Clean, Green and Healthy Balikpapan

Redaksi IDC | Friday, 02 October 2026 | 09:28
WhatsApp Image 2026-10-01 at 10.35.40

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyerahkan bantuan 20 unit komposter untuk mendukung pelaksanaan program Clean, Green and Healthy (CGH) Kota Balikpapan Tahun 2026. Bantuan tersebut diharapkan mendorong pengelolaan sampah organik sejak dari sumbernya sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Bantuan diserahkan oleh Vice President Legal & Relation KPB, Asep Sulaeman, dan langsung didistribusikan kepada kelurahan peserta CGH. Penyerahan berlangsung di hadapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, serta para lurah dan perwakilan kelurahan peserta CGH. Turut hadir perwakilan pengelola bank sampah, di antaranya Thomas dari Bank Sampah Prapatan.

Asep mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen KPB untuk berkontribusi bagi masyarakat sekaligus berkolaborasi dalam menjaga lingkungan Kota Balikpapan.

“Melalui dukungan ini, KPB berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, serta meningkatkan partisipasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Asep.

Menurutnya, penggunaan komposter diharapkan tidak hanya membantu mengolah sampah organik menjadi kompos, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Sebagai informasi, program CGH merupakan salah satu gerakan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mendukung terwujudnya Gerakan Indonesia Asri.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan program CGH telah berjalan sejak sekitar 2007–2008 sebagai upaya membangun kemandirian dalam pengelolaan lingkungan di tingkat rukun tetangga (RT).

Pada 2026, kompetisi CGH diikuti sekitar 126 RT dari 24 kelurahan, dari total 34 kelurahan yang ada di Kota Balikpapan.

Sudirman mengapresiasi dukungan KPB dan menilai pelaksanaan CGH membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah kelurahan, ketua RT, dan masyarakat.

“Pelaksanaan CGH tidak bisa hanya bertumpu pada lurah, ketua RT, dan warga. Dukungan dari dunia usaha dan pihak lainnya juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di Balikpapan dari hulu hingga hilir membutuhkan pembiayaan sekitar Rp95–Rp100 miliar per tahun, atau sekitar 3% dari total APBD.

Dari timbulan sampah sekitar 550 ton per hari, Balikpapan telah mencapai tingkat pengurangan sampah sekitar 34% pada 2025, melampaui target RPJMN sebesar 30%.

Selanjutnya, Kota Balikpapan menargetkan pengurangan sampah yang masuk ke TPA hingga minimal 50% pada 2029, sesuai kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup. Tantangan lain yang dihadapi adalah menurunnya jumlah bank sampah aktif. Pascapandemi, jumlah bank sampah yang aktif tercatat sekitar 60–65 unit, dari sebelumnya sekitar 120–170 unit.

Menurut Sudirman, keberadaan komposter dapat menjadi salah satu solusi untuk mengolah sampah organik menjadi kompos sehingga sampah yang dibawa ke TPA semakin berkurang dan TPA dapat lebih difokuskan untuk menampung sampah residu.

Bantuan 20 unit komposter tersebut melanjutkan berbagai dukungan KPB dalam bidang lingkungan di Kota Balikpapan.

Berkelanjutan di Bidang Lingkungan

Pada 2025, KPB bersama DLH melalui UPTD TPAS Manggar merevitalisasi fasilitas edukasi pengolahan sampah organik berbasis budidaya maggot, OMAYGOT (Omah Budidaya Maggot).

Setahun sebelumnya, KPB bersama DLH juga menyalurkan 50 gerobak sampah. Selain itu, KPB memfasilitasi berbagai permohonan dari kelurahan dan sekolah, mulai dari bantuan gerobak sampah hingga tempat sampah terpilah.

Di sektor penghijauan, KPB bersama DLH turut aktif dalam penanaman pohon peneduh, pohon endemik, dan mangrove, serta mendukung rehabilitasi lahan untuk Kawasan Olahraga Terpadu.

Sejak 2023, sekitar 2.096 pohon telah ditanam, di antaranya tabebuya merah muda dan putih, eucalyptus, pulai, meranti, asem jawa, angsana, anting putri, elai, bambu, dan mangrove.

Sudirman menilai kerja sama antara DLH dan KPB berjalan sangat baik sejak dirinya bertugas pada 2022. Ia berharap kemitraan tersebut dapat terus ditingkatkan, khususnya untuk mendukung keberhasilan program CGH. Ia juga mengajak pihak swasta lainnya untuk turut mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan di Kota Balikpapan.

Di tengah berjalannya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang telah melewati fase konstruksi dan memasuki tahapan berikutnya, KPB menegaskan bahwa kehadirannya tidak hanya terkait pembangunan dan pengembangan fasilitas kilang.

KPB juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta tumbuh dan memberikan manfaat bersama masyarakat Kota Balikpapan. (Imy)