Maratua, Surga Destinasi Ecotourisme Bumi Batiwakkal Berau, Kaltim

Redaksi

MEDIAONLINEIDC.COM; BERAU– Maratua Island atau Pulau Maratua merupakan Pulau nan cantik berbentuk unik melengkung tajam di Bumi Batiwakkal, terletak di Laut Sulawesi, berbatasan dengan negara Malaysia, laksana mutiara terpendam dengan keindahan alamnya menjadi daya tarik bagi Kabupaten Berau, dan menjadi surga destinasi ecotourisme Provinsi Kalimantan Timur.          

Pulau Maratua sendiri adalah salah satu gugusan Kepulauan Derawan, selain Pulau Sangalaki dan Pulau Kakaban yang berada di kawasan terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dari empat pulau di perairan laut Kalimantan Timur, maka Pulau Maratua yang terluas dan memiliki jumlah penduduk terbanyak dibanding Pulau Derawan.

Sementara Pulau Sangalaki khusus kawasan konservasi Penyu yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Sedangkan Pulau Kakaban tidak berpenghuni, namun miliki kelebihan, sebagai salah satu pulau dengan keunikan yang berbeda dengan pulau lain di Indonesia.

Di mana Pulau Kakaban memiliki spesies Ubur-ubur yang hanya terdapat di dua wilayah di dunia, yaitu Pulau Kakaban dan Kepulauan Micronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik.

Dari Maratua ke Pulau Kakaban jaraknya cukup dekat, hanya sekitar 30 menit, termasuk ke Pulau Sangalaki, kurang lebih 30 menit, kecuali ke Pulau Derawan, sekitar satu jam.

Hal ini seperti yang diterangkan oleh Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik usai melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke Kabupaten Berau beserta ke gugusan pulaunya, dari tanggal 16-18 Desember 2023 yang lalu.

Dalam kunjungannya itu, Akmal memberikan perhatian khusus terhadap Pulau Maratua, mengingat saat ini, pulau tersebut sedang di poles untuk berkilau, agar menjadi salah satu daya tarik tujuan wisata ke Kabupaten Berau.

Dan usaha Pemerintah Daerah ini, tidak sia-sia, Pulau Maratua yang sebelumnya kalah tenar dari pulau-pulau tetangganya semacam dengan Pulau Derawan tersebut, kini mulai menggeliat, bak mutiara yang mulai berkilau.

Karena berbagai sarana dan prasarana di Pulau Maratua mulai dibenahi dan dilengkapi dengan bandara representatif, yang mampu didarati oleh pesawat jenis ATR, meski saat ini masih terbatas jadwal penerbangan dari Bandara Udara APT. Pranoto Samarinda saja.

Seperti diketahui, transportasi utama menuju Maratua selama ini masih lewat perairan, mengandalkan jalur laut, menggunakan speedboat dari pelabuhan/dermaga wisata Sanggam Tanjung Redeb, Ibu Kota Kabupaten Berau.

Selain dukungan akses transportasi, pemenuhan fasilitas jaringan listrik dan telekomunikasi yang baik mulai digenjot, bagi mendukung sarana akomodasi, seperti cottage dan homestay yang representatif yang mulai tumbuh di Kawasan Maratua.

Dengan berbagai fasilitas menurut Akmal, wisatawan bisa snorkeling, diving, bersepeda, hingga bersantai menikmati indahnya perairan di Maratua yang merupakan surganya biota laut.

Akmal optimis, dengan potensi dan keunggulan yang dimiliki dengan gugusan kepulauan sekitar, serta kearifan lokalnya, maka Maratua akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan ke Kalimantan Timur.

Situasi ini, nampak terlihat dari jumlah kunjungan wisata ke Maratua yang terus meningkat, dari tahun ke tahun, menandakan kawasan terluar Kalimantan Timur tersebut, telah menjadi daya tarik bagi Kabupaten Berau, serta destinasi ecoutourisme (ekowisata) Provinsi Kalimantan Timur.

Sebagai informasi, Ekowisata adalah pariwisata yang berwawasan lingkungan, dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Ini artinya menurut akmal, Maratua menjadi tujuan wisata yang menarik serta memiliki nilai-nilai ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Harapan Akmal ini beralasan, karena khusus di Pulau Maratua saja, dalam tiga tahun terakhir, dari tahun 2021 (masa Covid-19) tercatat 4.900 pengunjung, dan tahun 2022 meningkat menjadi 6.000 orang lebih, serta di tahun 2023 melonjak lebih 19.700 orang.

Melihat lonjakan wisatawan ke Maratua, dengan berbagai fasilitas yang terus dilengkapi maka bukan tidak mungkin Maratua Island akan seperti Maldives Island, pulau wisata di Samudra Hindia yang terkenal di dunia dengan keindahan alam, pulau dan lautnya. (Amy)

https://www.instagram.com/reel/C1t1_jqPEsO/?igsh=MWRiN2gxeHJwcjloaA==

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Warga Balikpapan Diajak Ikut Kompetisi Gemoy. Hadiahnya Bikin Ngiler!

MEDIAONLINEIDC.COM; BALIKPAPAN– Relawan Gibran A-Z (GAZ) 08 mengajak pecinta industri kreatif di Balikpapan untuk ikut kompetisi Goyang Gemoy GAZ08. Lomba berskala nasional ini di gelar menindaklanjuti Kickoff Kompetisi Goyang Gemoy yang dilakukan di jakarta pada Delapan Desember 2023. Terdapat sembilan kategori penilaian, dengan total hadiah yang disediakan berjumlah Rp. 500 juta. […]

Subscribe