Urai Kemacetan Akibat Antrian BBM di Kota Balikpapan, Patra Niaga Alihkan Penjualan Pertalite di Dua SPBU ini

Redaksi

MEDIAONLINEIDC.COM; Balikpapan – Sebagai bentuk implementasi hasil koordinasi dengan stakeholder terkait, PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan mengalihkan penjualan produk BBM jenis Pertalite di dua SPBU yang berada di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yaitu SPBU 64.761.07 Stalkuda dan SPBU 61.761.02 Sepinggan. Hal ini disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Patra Niaga Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, dalam keterangan persnya pada Kamis (30/11).

“Seperti yang telah disampaikan beberapa waktu kemarin, antrian Panjang khususnya kendaraan roda empat dalam pembelian Pertalite diakibatkan karena beberapa hal salah satunya disparitas harga antara Pertamax dan Pertalite yang cukup jauh yaitu Rp 4.000,-. Akibat disparitas tersebut banyak konsumen Pertamax beralih ke Pertalite sehingga antrian menjadi Panjang. Hal ini ditambah dengan jumlah SPBU yang tidak banyak serta lokasi dan luasan SPBU di Kota Balikpapan yang rata-rata tidak terlalu besar,” ujar Arya.

Oleh karena itu, Arya menambahkan, dari hasil pertemuan dan koordinasi dengan seluruh stakeholder maka Patra Niaga di Regional Kalimantan maka dua SPBU di Stalkuda dan Sepinggan tidak lagi menjual BBM jenis Pertalite untuk kendaraan roda empat, namun masih melayani penjualan untuk kendaraan roda dua.

“Langkah ini diambil karena kedua SPBU tersebut berada di jalan utama Kota Balikpapan dan kerap mengakibatkan kemacetan karena panjangnya antrian. Masyarakat atau konsumen roda empat tetap bisa membeli BBM jenis Pertalite di SPBU MT Haryono atau SPBU Gunung Guntur. Kami memastikan Pertalite tetap tersedia di Kota Balikpapan hanya memang lokasinya yang dipindahkan dalam rangka antisipasi kemacetan di jalan utama tersebut, “ ungkap Arya.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mencatat penyaluran harian BBM jenis Pertalite di Kota Balikpapan rata-rata sebanyak 300-350 Kiloliter per hari.

“Kami memahami bahwa akibat disparitas harga yang cukup tinggi pasti akan ada peralihan konsumen Pertamax ke Pertalite. Namun kami berharap dan menghimbau kepada pengguna Pertamax atau BBM Non subsidi tetap menggunakan jenis BBM non subsidi tersebut karena dipastikan kualitas yang lebih baik dalam menjaga performa kendaraan serta ramah lingkungan,” pungkas Arya. (*/ Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

PLN Lakukan Penormalan dan Sisir Potensi Bahaya Listrik Karena Banjir

MEDIAONLINEIDCFM.COM; Ujoh Bilang – Selasa (29/11) Paska Banjir yang melanda wilayah Ujoh Bilang dan sekitarnya, membuat petugas PLN langsung melakukan penyisiran jaringan untuk memastikan keamanan masyarakat terjaga dari potensi bahaya listrik yang muncul akibat bencana banjir. Manager PLN UP3 Samarinda Pundhi Nugrohojati menyatakan petugas PLN langsung melakukan tindakan safety dengan […]

Subscribe