Proyek Kereta Api Borneo Batal, Pemkab PPU Berharap Pelajar Diakomodir KAI

Redaksi

IDCFM.CO.ID; PENAJAM– Tidak adanya tindak lanjut pembangunan Kereta Api Borneo berimbas pada nasib pelajar asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang kuliah di Rusia. Sebagaimana diketahui sejak tahun 2014, ratusan pelajar asal Kaltim menempuh pendidikan tinggi di Rusia dengan mengambil jurusan perkeretapian.

“Tercatat ada sekitar 160 pelajar asal Kaltim melanjutkan pendidikan di Rusia untuk mendalami ilmu perkeretaapian, yang dibiayai oleh Pemprov Kaltim sejak delapan tahun silam. Dari jumlah tersebut, lebih dari dua orang pelajar berasal dari Kabupaten Penajam Paser Utara,” Kepala Bagian Pembangunan Setkab Penajam Paser Utara – Nicko Herlambang.

Kata Nicko menjelaskan, ratusan pelajar yang menempuh pendidikan perkeretaapian di Negeri Beruang Putih tersebut, memang sengaja disiapkan sebagai sumber daya manusia (SDM) penunjang industri kereta api di Kaltim. Namun seiring berjalannya waktu, Russian Railways selaku investor menyatakan mundur dan membatalkan rencana proyek tersebut.

“Jadinya nasib pelajar kita yang kuliah perkeretaapian ini belum jelas. Setelah pelakaj kita ini kita kuliahkan di sana, beberapa tahun  kemudian Rusian Railways mundur. Mereka menganggap proyek Kereta Api Borneo yang direncanakans ebagai trans Kalimantan kurang menguntungkan,” kata Nicko membeberkan.

“Selain itu, keputusan mundur juga karena tidak adanya kesepakatan antara pemerintah dengan Russian Railways terkait pemanfaatan jalur kereta,” ujarnya lagi.

Nicko berharap pelajar Kaltim yang sekolah perkeretaapian di Rusia tidak sia-sia. ia pun mengusulkan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia mengakomodir para lulusan perkeretaapian tersebut.

“Sehingga upaya Pemprov Kaltim dalam menyekolahkan pelajar tidak sia-sia. dan pelajar kita juga memiliki kesempatankerja sesuai bidangnya,” kata Nicko menambahkan. (Yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

PLN Grup Bersama IBC Mulai Pengembangan Battery Energy Storage System

IDCFM.CO.ID; JAKARTA – PT PLN (Persero) bersama anak usahanya berkolaborasi dengan Indonesia Battery Coorporation (IBC) untuk membangun Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 5 Megawatt (MW) pada tahun ini. Program ini merupakan tindak lanjut dari rencana kerja IBC untuk memulai ekosistem baterai storage di Indonesia sebagai upaya mempercepat transisi energi […]

Subscribe