Hanya Tujuh Madrasah Mendapat Rekomendasi PTM. Begini Alasan Kepala Kemenag

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– Pasca kota Balikpapan berada pada level 2 kasus Covid-19, pemerintah kota mempersilahkan penyelenggara sekolah melakukan Pembelajaran tatap Muka (PTM) terbatas sejak 11 Oktober 2021. Kebijakan itu juga diikuti oleh sekolah madrasah yang berada dibawah naungan Kementrian Agama.

Kepala kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan– Johan Marpaung  mencatat di Balikpapan terdapat 20 madrasah baik Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA). Namun pada hari pertama pelaksanaan PTM hanya tujuh madrasah yang menjalankan.

“Di Balikpapan ini ada 20 ya termasuk MI, MTS dan MA, disitu hanya tujuh yang sudah siap.  Tujuh madrasah sudah menjalankan PTM Terbatas dengan sangat ketat. Dan kami sudah kunjungi sekolah-sekolah tersebut,” kata Johan.

Kata Johan menjelaskan, syarat madrasah untuk melaksanakan PTM Terbatas adalah harus mendapatkan rekomendasi dari Kemenag. Kemenag sendiri mengeluarkan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi penyelenggara sekolah agar belajar bisa dilakukan secara offline.

Johan berujar, beberapa ketentuan yang harus dipenuhi penyelenggara sekolah adalah jumlah orangtua yang setuju PTM Terbatas adalah 50% + 1; jumlah guru yang sudah divaksin adalah 50% +1 dan sekolah juga mendapat izin dari puskesmas setempat. Sekolah juga diminta menerapkan protokol kesehatan ketika PTM berlangsung.

“Alhamdulillah, jadi kalau jumlah yang setujuh minimal jumlahnya 50% plus satu, sekolah sudah memenuhi ketentuan PTM. Tetapi ingat jumlah murid tiap-tiap kelas juga dibagi dua kelompok atau 50 persen,” ujarnya lagi.

Johan menekankan tidak ada paksaan dari Kemenag Balikpapan agar seluruh madrasah melaksanakan PTM. Karena hal tersebut berkaitan dengan kesiapan orangtua murid.

“Tidak ada paksaan karena ini terkait kesiapan dari orangtua murid. Tetapi banyak orangtua yang ingin anaknya kembali belajar di sekolah,” kata Johan. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemda diHarapkan Kelola Dana Participating Interest Untuk Pendidikan Sektor Migas

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– Praktisi Migas– Prof. Dr. Ing. Ir. Rudi Rubiandini R. S dorong pemerintah daerah manfaatkan dana Participating Interest (PI) untuk pendidikan putra daerah. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan sektor Minyak dan gas (Migas) mengingat Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan daerah penghasil. Rudi- demikian ia disapa- mengatakan pemerintah pusat  tidak hanya […]

Subscribe