Berdarah-darah Optimalkan Produksi Sumur Migas

Redaksi 1

Edukasi & Media Gathering Perwakilan SKK Migas Kalsul diikuti puluhan wartawan yang bertugas di Balikpapan. Disela pemaparan diisi dengan kuis seputar SKK Migas dengan hadiah alat kesehatan. Tampak Faisal Abdi- Spesial Hubungan Bisnis Perwakilan SKK Migas Kalsul (Kanan) memberikan hadiah kuis berupa masker, hand sanitizer dan nebulizer kepada Hilmansyah (Reporter Metro TV) yang berhasil menjawab kuis dengan benar. (Foto: Imay Sembiring/ IDC FM)

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– Pemerintah melalui Menteri ESDM menargetkan produksi siap jual atau lifting minyak bumi nasional sebesar satu juta barel per hari (BOPD) dan 12.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pada 2030. Sementara itu industri Migas dihadapkan sejumlah tantangan untuk meningkatkan cadangan, mempertahankan atau meningkatkan produksi (lifting) minyak dan gas, serta senantiasa melakukan efisiensi biaya demi mencapai target tersebut.

Faisal Abdi- Spesial Hubungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Kalimantan- Sulawesi (SKK Migas-KKKS Kalsul) mengatakan secara nasional, realisasi  menggembirakan atas kinerja KKKS menghasilkan lifting minyak kondensat sampai dengan 26 September 2021 sebesar 657.529,23 Bbls atau 25.290 BOPD. Angka ini menjangkau 32 % dari target lifting September 2.064.977 Bbls. Adapun lifting tahun 2021 untuk SKK MIgas wilayah Kalsul sampai dengan 26 September sebesar 18.696.219,93 Bbls atau 69.503 BOPD. Angka ini menjangkau 94 % dari yang ditetapkan APBN untuk Kalsul 74.015 BOPD. 

“Sementara target produksi gas atau status lifting gas bumi hingga 31 Agustus 2021 menyentuh angka 1.665 MMSCFD. Angka ini menjangkau 106 % dari yang ditetapkan APBN untuk Perwakilan SKK Migas Kalsul 1.570 MMSCFD,” ujar Faisal disela acara Edukasi & Media Gathering Perwakilan SKK Migas Kalsul di Balikpapan pada Kamis (30/ 09/ 2021).

“Perwakilan Kalsul memiliki 12 titik serah minyak, 38 titik serah gas dan 2 titik pengawasan minyak dari enam perusahaan KKKS yang beroperasi di wilayah Kalsul,” ujarnya lagi.

Faisal mengatakan sumur Migas ibarat tubuh yang memerlukan suplemen agar tetap berproduksi optimal. Perawatan sumur Migas dilakukan demi mempertahankan lifting agar produksi tidak turun dengan target keberhasilan menekan penurunan lima persen. Ia pun mengistilahkan SKK Migas – KKKS sampai berdarah-darah agar program kerja dapat terlaksana yaitu menekan laju penurunan produksi Migas dalam rangka mencapai target yang ditetapkan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).

“Seperti orang dikasih suplemen, sumur juga gitu kira-kira dirawat. Kalau tidak dirawat 20-25 persen turunnya. Dengan program kerja yang dilakukan kita dapat memastikan atau menekan penurunan produksi normalnya berkisar di lima persen,” kata Faisal.

“Ini sudah berdarah darah juga ini lakukan upaya untuk bisa berproduksi optimal. Jadi kalau tahun lalu 700 ribu sekarang produksi kita di 670 barel. Minus 30 ribuan gitu ya. Itu best effort yang dilakukan SKK Migas agar program kerja dapat terlaksana yaitu produksi itu tidak turun secara normal 20-25 persen sehingga target 2030 bisa tercapai,” ujarnya lagi.

Kata Faisal menjelaskan, terdapat empat strategi SKK Migas dalam mencapai visi target jangka panjang target lifting minyak bumi nasional tahun 2030. Strategi pertama adalah Maintaining Base Production yaitu mengupayakan produksi secara optimal, satu diantaranya adalah menekan laju penurunan produksi normal 20-25 persen. Strategi kedua adalah Transformation R-to-P yaitu transformasi dari cadangan yang terbukti ekonomis dipercepat produksinya. Strategi ketiga adalah  EOR- Enhanced Oil Recovery yaitu memulihkan kondisi sumur Migas dari hasil produksi alamiah 30%  – 40% menjadi ilmiah atau lebih besar dengan alat bantu seperti pompa angguk.

“Terakhir strategi keempat adalah Exploration yaitu terus mencari sumber cadangan Migas yang baru,” ujar Faisal.

Kata Faisal menjelaskan kegiatan usaha hulu Migas memiliki sejumlah manfaat bagi pembangunan daerah. Ia berujar terdapat Dana Bagi Hasil (DBH) dan PBB Migas untuk daerah dan participating interest sebesar 10%. Kegiatan usaha Hulu Migas membuka kesempatan bisnis bagi penyedia barang dan jasa lokal, penyerapan tenaga kerja lokal dan tanggung jawab sosial (CSR) bagi masyarakat sekitar.

“Manfaat juga terasa bagi fasilitas penunjang operasi seperti bandara dan kapal. Termasuk juga pasokan gas untuk bahan bakar kelistrikan, jaringan gas serta bahan baku industri dan industri turunannya,” kata Faisal. (Imy)

One thought on “Berdarah-darah Optimalkan Produksi Sumur Migas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

OJK Dorong Pemerintah Terbitkan Undang-undang Investasi Ilegal dan Pinjol Ilegal

Tongam L. Tobing- Ketua Satgas Waspada Investasi (Tengah) didampingi Kepala OJK Katim- Made Yoga Sudharma (Kiri). (Foto: Imay/ IDC FM)
Tongam L. Tobing- Ketua Satgas Waspada Investasi (Tengah) didampingi Made Yoga Sudharma-- Kepala OJK Kaltim (Kiri)

Subscribe