50 Emiten Ikuti Public Expose Live 2021, BEI Mudahkan Investor Tentukan Langkah Investasi

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyelenggarakan acara Public Expose LIVE 2021. Sebanyak 50 emiten secara daring akan memaparkan produk dan kinerjanya di hadapan calon investor daring mulai enam September 2021 sampai dengan 10 September 2021. BEI sendiri menargetkan 4.4000 pengunjung mengikuti kegiatan ini dan turut mendaftar sebagai investor saham pada emiten pilihan.

“Kami optimis peserta bisa menembus angka 44 ribu. Beberapa yang mendaftar berasal dari seluruh daerah di Indonesia, dan juga dari negara lain seperti Amerika Serikat, Singapura, Arab Saudi, Taiwan, Hong Kong, Australia, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, Papua Nugini, Selandia Baru, dan Filipina. Kemudian 2.000 lebih peserta lainnya adalah wartawan,” kata Hasan Fawzi- Direktur Pengembangan BEI saat acara pembukaan Public Expose Live 2021 pada Senin (06/ 09/ 2021) pagi.

Hasan mengatakan perusahaan tercatat memiliki kewajiban Public Expose tahunan, sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun. Melalui kegiatan ini diharapkan membuka akses informasi yang lebih luas mengenai Perusahaan Tercatat kepada peserta. Tujuan lain dari penyelenggaraan Public Expose LIVE 2021 adalah untuk meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI, menambah basis investor lokal, serta meningkatkan likuiditas pasar.

Pertemuan secara daring ini, kata Hasan, telah diselenggarakan sejak tahun 2019 yang berbarengan dengan pertemuan secara real time. Selanjutnya mulai tahun 2020, seiring dengan pandemi Covid-19, penyelenggaraannya dilakukan secara full virtual.

“Selain itu sebagai upaya BEI dalam menjawab tantangan untuk semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi langsung dari manajemen Perusahaan Tercatat, penyelenggaraan Public Expose LIVE 2021 secara daring juga sebagai salah satu langkah BEI dalam melindungi kepentingan investor melalui transparansi kinerja Perusahaan Tercatat,” ujarnya lagi.  

Hoesen– Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mengatakan kegiatan Pubes di masa pandemi sejalan dengan kebijakan pemerintah lakukan pembatasan aktivitas. Dengan demografi yang berbeda diharapkan Pubes dapat menjangkau seluruh masyarakat dan dapat mencatatkan rekor MURI, baik perusahaan dan partisipan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Hoesen juga melaporkan perkembangan kinerja Pasar Modal Indonesia pada tri wulan ke dua tahun 2021 menunjukan sentimen global seiring dengan mewabahnya Covid- 19 varian Delta di India. Ia berujar, kebijakan PPKM sejak tiga Juni 2021  sampai saat ini memberi dampak pada kinerja pasar modal. Meski demikian Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  menilai BEI cukup siap. Ini terbukti dengan masih bergerak dengan tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 6000.

“Catatan kami 31 agustus IHSG di posisi 6.150 atau naik 2,86 persen year to day.

Nilai market kapitalisasi 6,13 persen, naik dari 6.968 triliun rupiah per 31 desember jadi 7.395 triliun sampai dengan 31 Agustus ini. Aset obligasi dalam indonesia per 31 agustus meningkat 4,35 persen year to day,” kata Hoesen.

“OJK keluarkan pernyataan efektif dalam rangka pendaftaran umum 126 emiten 255 triliun rupiah lebih, 38 diantaranya adalah emiten baru. Kami juga mencatat SID mencapai  6 juta lebih atau naik 56 ,95 persen year to day. Peningkatan didominasi milenial generasi z atau umur di bawah 30 tahun,” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan itu, Hoesen menghimbau emiten untuk pahami ketentuan di pasar modal. Hal ini dilakukan agar mendorong tingkat komponen dan tingkatkan kepercayaan investor pasar modal. Disisi lain, peran investor juga sangat diperlukan untuk mengontrol perusahaan tercatat.

“Perlu upaya terpadu dari emiten, asosiasi dan pelaku pasar modal lainnya. Perlu sinergitas untuk mewujudkan pasar modal yang wajar, teratur, efisien serta lindungi pemodal dan masyarakat investor,” kata Hoesen. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Festifund 2021, Sugukan Kiat Cerdas Investasi di Tengah Ketidakpastian Pandemi Covid-19

IDCFM.CO.ID; JAKARTA – Pandemi Covid-19 menyebabkan kelesuan bisnis, sehingga tak jarang membuat para pemilik bisnis pun ikut turun langsung memegang kendali bisnisnya agar tetap bisa bertahan, seperti yang dilakukan pebisnis sekaligus dokter yang akhir-akhir ini getol bersuara tentang Covid-19 yakni dr. Tirta Mandira Hudhi. Dokter yang akrab disapa Dokter Tirta […]

Subscribe