119 Bank di Wilayah Kerja BI Balikpapan Layani Penukaran Uang Baru

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memperkirakan kebutuhan uang kartal dalam momen Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini mencapai Rp. 1,68 Triliun. Prediksi ini meningkat 89 persen (yoy) dibandingkan realisasi momen yang sama pada 2020. 

“Peningkatan ini melihat adanya pemulihan aktivitas ekonomi dan juga meniingkatnya kebutuhan uang tunai yang dipengaruhi THR. Selain itu juga masih adanya budaya untuk berbagi serta kebijakan dan stimulus pemerintah kepada masyarakat selama pandemi Covid-19,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan– Sri Darmadi Sudibyo dalam virtual temu media pada Jumat (23/ 04/ 2021).

Sudibyo- demikian ia disapa- mengatakan, bersinergi dengan perbankan, BI berupaya memberikan layanan yang prima untuk memfasilitasi penukaran uang Rupiah di masyarakat. Layanan penukaran uang kepada masyarakat tersedia melalui loket perbankan yang tersebar pada 119 cabang bank umum yang mencakup kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.

Ia juga berujar penukaran bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat tanpa harus menjadi nasabah perbankan tersebut. Adapun jadwal penukaran uang terhitung mulai tanggal 12 April s.d 11 Mei 2021 pada jam 09.00 – 14.00 WITA dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami proyeksikan kebutuhan uang di wilayah kerja BI Balikpapan untuk pecahan besar mencapai 1,55 triliun rupiah, sedangkan perkiraan kebutuhan uang kecil 20 ribuan ke bawah sebesar 143,4 miliar rupiah,” kata Sudibyo menyebutkan.

“BI secara khusus juga menghimbau masyarakat agar menukar uang di outlet resmi. Kalau tidak pada loket resmi bisa resiko nominal yang diterima tidak sama, kemudian ada kemungkinan uang palsu. Sehingga dari sisi keamanan akan sangat beresiko,” ujarnya 

Sudibyo mengatakan, untuk memenuhi permintaan uang kartal di masyarakat BI juga melakukan koordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di mesin tarik uang (ATM) dan mesin setor tarik (Cash Recycling Machine).

Selain itu, kata Sudibyo, BI menempuh tiga langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional, yaitu menghimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesia Standard). BI juga menjamin keberlangsungan operasional Sistem Pembayaran BI (tunai dan non tunai) dan menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang memadai serta layanan penukaran uang di perbankan khusus periode Ramadhan dan Idul Fitri 1442H.

“BI mengajak masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenal fungsi Rupiah dalam bertransaksi sebagai bentuk Paham Rupiah,” ujar Sudibyo. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Lapangan, Kutim Masuk Urutan ke-14 Provinsi

IDCFM.CO.ID; KUTAI TIMUR---Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menekan penularan dan penyebaran kasus Covid-19, melalui program vaksinasi Covid-19, terus dilakukan. Hingga saat ini dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di beberapa kecamatan di Kutim, kini menempatkan Kutim berada di posisi keempat tertinggi di Kaltim, sebagai daerah yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19. […]

Subscribe