Founder Krisna dan Yukbisnis.com Dalam “Kick Off UMKM Bangkit 124”

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN-– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menggelar UMKM Digital Academy, yang merupakan rangkaian kegiatan Kick Off UMKM Bangkit 124 secara virtual pada Sabtu (06/ 02/ 2021) pagi. Kegiatan ini dalam rangka meningkatan kapasitas UMKM secara komprehensif mulai dari pengembangan produk, pelatihan manajemen dan keuangan, sampai dengan  penyiapan akses pasar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan dalam UMKM Digital Academy 2021 ini pelaku UMKM atau yang baru akan merintis usaha memperoleh kegiatan pembelajaran online. Hasil dari pembelajaran ini diharapkan meningkatan kapasitas UMKM untuk meningkatkan akselerasi digital dan daya saing usaha.

“Kenapa kita namakan UMKM Bangkit 124, karena kita ingin berkontribusi dalam hari jadi Kota Balikpapan yang tahun ini berusia 124. UMKM Sebagai akselerator pemulihan ekonomi

sebagai bentuk komitmen dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan daerah. UMKM menjadi prioritas untuk terus dikembangkan, mengingat UMKM memiliki peran strategis terhadap perekonomian baik di daerah maupun nasional,” ujar Darmadi saat membuka acara.

Dipandu Nycta Gina- Artis, penyiar, dokter- Moderator UMKM Digital Academy, kegiatan yang berlangsung selama tiga jam tersebut menghadirkan pembicara Ajik Krisna- Founder dan Owner Krisna Oleh-oleh Khas Bali. Pria kelahiran lima maret 1971 tersebut menceritakan awal ia merintis usaha sampai dengan kesuksesannya membangun 32 outlet dan merekrut 2500 karyawan.

Siapa sangka, Ajik yang hanya tamatan SMP juga berhasil membangun pabrik garmen di bali dan menjadi garmen terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara serta berkualitas internasional. Bukan hanya konveksi dan outlet oleh-oleh khas Bali, Ajik kini memiliki usaha rumah makan, transportasi wisata, wahana outbond, seni pertunjukan dalam lumpur dan adventure.

Ajik menceritakan awalnya ia hanya buruh pabrik tekstil milik pamannya pada tahun 1990 sampai dengan tahun 1994. Selanjutnya ia mencoba menjajaki pabrik garmen lainnya yang lebih besar milik Sidarta dan menjadi orang kepercayaan Sidarta saat itu. Enam tahun setelahnya, Anjik berkeinginan untuk membuat usaha garmen sendiri dan oleh Sidarta ia diberi uang bagi hasil sebesar Rp. 30 juta.

“Saya nda tau kata pak Sidarta enam tahun saya bekerja disana aset dan investasi 60 juta. Akhirnya saya dapat bagian 30 juta. Modal itu lah tahun 2000 saya bikin sendiri usaha tekstil dan dengan motor honda 70 keliling Bali, promosikan bagaimana supaya konveksi saya bisa besar,” kata Ajik. 

“Dulunya perusahaan bos saya lebih besar, tetapi sekarang konveksi saya lebih besar. Namun sampaii saat ini hubungan kami sangat baik bahkan seperti orangtua angkat. sampai saat ini ekspansi apapun saya tetap izin dengan pak Sidarta dan sebagai bentuk penghormatan saya pak Sidarta dapat saham di perusahaan saya,” ujarnya menjelaskan.

Dibantu Istri yang juga memiliki keahlian bidang jahit potong dan sablon, tahun 2007 ia mendirikan usaha Krisna oleh-oleh Khas Bali diatas lahan seluas 200 ha. Saat itu juga ia memproduksi baju kaos Bali dan memasarkan pada toko Krisna miliknya bersama produk kerajinan dan kuliner dari UMKM khas Bali yang menitipkan produknya di toko Krisna. 

Melihat transaksi penjualan dan mitra usaha tidak seperti diharapkan, tahun 2008 Anjik memberanikan diri lakukan pinjaman di bank untuk membuka outlet Krisna di kawasan pariwisata. Saat itulah suplier mulai berdatangan untuk menitipkan produknya setelah melihat ramainya pengunjung dan wisatawan yang berbelanja. Tidak serta merta merasa puas, Ajik kembali membuka outlet di kawasan pariwisata lainnya di tahun 2009 dengan luas kawasan mencapai 14.000 ha. Menariknya, tahun 2010 Outlet Krisna pun buka selama 24 jam.

“Awalnya Krisna buka jam delapan pagi sampai 10 malam. Tetapi kadang kita baru tutup jam 12 malam. Akhirnya tahun 2010 outlet Krisna buka 24 jam dan itu ramai pengunjung,” kata Ajik.

“Kalau ditanya strategi pemasaran, saya tidak punya saya karena saya sekolah hanya SD SMP. Istri saya juga sama SD SMP. Tetapi kami berupaya bagaimana agar kami dengan karyawan bisa duduk dan makan bersama. Dengan suplier pun sistemnya tidak ada konsinyasi semua pembelian putus dengan UMKM,” ujarnya menambahkan.

Memasuki pandemi covid-19 diakui Ajik berpengaruh signifikan pada angka penjualan. Ia pun merumahkan karyawannya dan berpikir bagaimana agar ia tetap produktif dimasa pandemi. Bulan lima 2020 ia bersama istri putuskan untuk bertani dan menanam kacang diatas lahan seluas delapan ha. Pada bulan sembilan kacang siap panen dan kacang diolah menjadi kuliner berupa kacang aji, pai susu aji, bakpia aji dan pia kukus.

Pemulihan tersebut, kata Anjik, memang tidak gampang namun ayah tiga anak tersebut tidak bisa tinggal diam mengingat cashflow tipis karena 2019 bangun outlet

“Saya berusaha produktif. Pandemi ini saya punya empat produk baru dari kacang hasil tanaman sendiri. kacang aji dan pai susu ini yang paling best seller. Lima maret ini saya akan resmikan Krisna Backery dan minyak tapi belum bisa saya beritahukan minyak apa. Sekaligus mencoba untuk memasarkan outlet Krisna secara online,” ujarnya antusias.

Pandemi, Menunggu atau Menyerbu?!

Sementara itu pembicara kedua adalah Jaya Setiabudi- Marketplace & Community Yukbisnis.com. Dalam pemaparannya, Budi- demikian ia disapa- mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merubah pola kebiasan masyarakat sehingga harus disiasati oleh pelaku usaha agar bisnisnya tetap berjalan.

Ia mengatakan saat pandemi pakaian sehari-hari menjadi lebih laris di market place dibanding busana kerja, gamis dan pakaian pesta. Sehingga pelaku usaha harus jeli melihat peluang tersebut.

“Ini yang harus disiasati apakah masih menunggu atau menyerbu. Saat pandemi baju gamis bergaris turun penjualan karena orang jarang keluar rumah. Sebaliknya piyama trendnya mulai naik karena perilaku di rumah. Pizza Hut kalau kita lihat miris ya sampai turun ke jalan. Tetapi kalau nda begitu, nda survive,” kata Setiabudi.

Dalam kesempatan itu Setiabudi juga menyampaikan sejumlah tips agar produk jualan secara online tetap menarik pembeli. Semisal untuk produk pakaian, ujarnya sebaiknya ditampilkan foto dari segala sisi dan dibuatkan video singkat bagaimana pakaian tersebut jika dikenakan oleh model. 

“Kalau kita lihat kadang ada jilbab misalnya hanya satu warna yang dikenakan oleh model, yang lainnya cuma dikasih liat warna ini warna ini. Trus keterangannya juga panjang harus scroll kebawah. Sampai bawah mau beli, lupa tadi mau yang mana. Balik scroll ke atas eh sudah lupa atau salah klik lari ke halaman lain. Nah ini yang harus diperhatikan,” ujarnya menjelaskan. 

“Setiap produk ada visual dan size. Lebih bagus kalau kolom chat dan beli dibuat floating untuk memudahkan calon pembeli,” katanya menambahkan.

Penulis buku The Power of Kepepet ini mengatakan banyak produk bagus yang tidak dikomunikasikan dengan bagus. Bicara pengemasan dan merk, kata Setiabudi, UMKM di Indonesia masih sangat lemah. Untuk itu perlu dibuatkan program mendesainkan produk yang sudah teruji, mencarikan nama dan merk yang cocok. Termasuk take line produk, desain logo dan kemasan. 

“Apakah yg harus ditonjolkan agar pelanggan lebih loyal? jawabannya adalah brand dan diferensiasi dan komunikasi. Diferensiasi ada dua benefit rasional dan emosional. Rasional adalah kualitas dan konten, sedangkan emosional itu yang seperti gengsional, efek branding,” kata Setiabudi.

Setiabudi mengatakan Yukbisnis.com telah bekerjasama dan bermitra dengan sejumlah unit usaha seperti Pegadaian Syariah, JNE dan Bank Indonesia sebagai mitra binaan. Beberapa program yang dilakukan pemerintah seperti becraft yang mengundang generasi milenial untuk menangkap peluang bisnis dan berinovasi.

“Itu alumni tidak langsung kita lepas walau kontrak udah selesai. Masih kita bina masalah sales tidak lepas dari finaling. Kita lihat bagaimana tarik pengunjung, memberi info agar mereka tertarik dan beli kemudian jadi pelanggan. Harapan itulah jadi loyalis kita,” ujar Setiabudi lagi. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rizal Tak Kuasa Menahan Haru Saat Pidato Paripurna Istimewa HUT Kota Balikpapan

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN--Sambutan dan pidato Wali Kota Rizal Effendi dalam paripurna istimewa HUT ke-124 Kota Balikpapan pada Senin (08/ 02/ 2021) diwarnai suasana haru sekaligus mengundang tawa hadirin dan undangan. Masa jabatan Rizal sebagai wali kota pada Mei 2021 akan berakhir atau bisa saja berakhir lebih cepat ketika pemerintah pusat menerbitkan […]

Subscribe