Pertamina Dukung Pengembangan Ekowisata di Kariangau

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN –Kelompok Patra Bahari Mandiri, Kampung Nelayan Berdasi di Kelurahan Kariangau, mendapat bantuan pengembangan sarana dan prasarana ekowisata dari Pertamina pada Kamis, (03/ 12/ 2020).

Bantuan pengembangan senilai Rp. 400 juta tersebut diserahkan langsung oleh Arya Dwi Paramita- VP CSR & SME Partnership Program Pertamina kepada Rustam- Ketua Kelompok Patra Bahari Mandiri di Desa Salak Oseng RT 03 Kelurahan Kariangau.

Dalam sambutannya, Arya mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk semangat membangun dari Pertamina yang berangkat dari usia Pertamina ke-63, Energizing You.

Arya berujar, Pertamina selalu berupaya menciptakan program-program dalam upaya pencapaian kemandirian ekonomi. Sebagai perusahaan energi kelas dunia, kata Arya, aksi sosial perusahaan tersebut untuk mewujudkan keselarasan operasional perusahaan dengan kelangsungan hidup masyarakat baik dari sisi sosial, ekonomi hingga lingkungan.

“Melalui program pemberdayaan masyarakat ini, Pertamina ingin menstimulasi kemampuan dan potensi yang ada di masyarakat untuk dapat di optimalkan oleh masyarakat itu sendiri untuk menjadi lebih berdaya sosial,” ujar Arya antusias.

Sementara itu, Rustam- Ketua Kelompok Patra Bahari Mandiri mengatakan bantuan yang diberikan oleh Pertamina tersebut akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi keberlangsungan ekowisata di Kariangau. Ia pun berharap fasilitas ini kedepannya bisa lebih dimaksimalkan manfaatnya untuk seluruh masyarakat Desa Salak Oseng dan Kelompok Patra Bahari Mandiri.

“Saya juga mohon dukungan dan kerjasamanya dari seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk terus mendukung sepenuhnya program-program Pertamina yang ada di Kota Balikpapan ini agar terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Balikpapan,” kata Rustam.

Sebagai informasi, program pengembangan kawasan wisata yang sudah dimulai sejak tahun 2018 ini dimulai dari pengembangan dan pelatihan budidaya kepiting soka dan perbaikan fasilitas penunjang. Tahun ini pengembangan sudah sampai pada tahap branding dan marketing produk olahan budidaya kepiting soka.

Masyarakat Desa Salah Useng RT 03 Kelurahan Kariangau ini telah berhasil menyulap lahan seluas lebih dari dua hektar ini menjadi kawasan edukasi dan budidaya hasil tangkap lautnya. Kampung Nelayan Berdasi menjadi bukti kemampuan masyarakat kampung nelayan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Tidak hanya menjaring hasil laut, namun membudidayakannya bahkan menciptakan inovasi-inovasi yang mungkin tidak semua nelayan di Indonesia sanggup melaksanakannya.

Inovasi yang menarik perhatian adalah budidaya kepiting soka dengan ekstrak bayam dan juga memanfaatkan cangkang kepiting menjadi bubuk kaldu rasa kepiting dan juga pelet untuk pakan ikan yang dibudidaya juga di tambak kampung nelayan berdasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rahmad-Thohari Targetkan Kemenangan Diatas 80 Persen

BALIKPAPAN – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud – Thohari Azis menargetkan dapat memenangkan 80 persen perolehan suara di Pilkada Serentak di Kota Balikpapan. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Tim Pemenangan Rahmad Mas’ud – Thohari Azis, Adhi Supriadi dalam kegiatan pers confrance kepada wartawan, Sabtu […]

Subscribe