Pengeboran Sumur Eksplorasi Tidak Capai Target, Begini Upaya SKK Migas

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Kalimantan- Sulawesi (SKK Migas-KKKS Kalsul) melaporkan aktivitas utama KKKS Kalsul tahun 2020.

Berdasarkan data per November 2020, dari lima aktivitas utama KKKS, hanya satu kegiatan yang terealisasi 100 persen. Kegiatan tersebut adalah survei seismik 2D sebanyak dua kegiatan dan survei seismik 3D sebanyak satu kegiatan. Adapun pencapaian realisasi tertinggi kedua adalah Perawatan sumur (well service), dari yang direncanakan 8.525 kegiatan, per 11 November 2020 terealisasi 82 persen atau sebanyak 6.965 kegiatan. Menyusul Kegiatan Kerja Ulang (Workover) dari 524 kegiatan yang direncanakan, baru terealisasi 62 persen atau sebanyak 326 kegiatan.

“Untuk dua kegiatan pengeboran pengembangan dari rencana 221 sumur, sampai 11 november pencapaiannya 326 sumur. Realisasi paling rendah adalah pengeboran eksplorasi baru 46 persen,” kata Sebastian Julius- Senior Manager Humas SKK Migas-KKKS Kalsul.

Abas- demikian Sebastian Julius disapa mengatakan tahun 2020 KKKS targetkan pengeboran eksplorasi sebanyak 13 sumur, namun hanya terealisasi enam sumur. Pengeboran yang terealisasi tersebut dua diantaranya adalah proyek Pertamina Hulu Mahakam (PHM): Sumur PS-1X pada 21 Mei 2020 dan Proyek Kalisat Energi Nusantara: Sumur NK- 1 Tajak pada 17 September 2020.Abas berujar situasi pandemi covid-19 yang melanda dunia, mengakibatkan sebagian KKKS memilih menunda kegiatan pengeboran eksplorasi. KKKS melihat angka penjualan migas mengalami penurunan, termasuk juga harga minyak dunia yang merosot akibat masyarakat yang mengurangi aktivitas di luar rumah di masa pandemi covid-19.

“Eksplorasi dilakukan untuk menaikan cadangan dan tingkatkan produksi. Kita setting angka 13 karena tidak menduga ada pandemi. Fakta harga minyak turun, pembatasan aktivitas, sehingga investor memilih menunggu,” kata Abas.

“Artinya bukan menunggu pandemi berakhir, tetapi menunggu sampai harga minyak dunia kembali stabil. Kita sama-sama berharap tahun depan kondisi sudah membaik, sehingga kita bisa melanjutkan aktivitas utama KKKS yang tertunda di tahun 2020,” ujarnya menambahkan.

SKK Migas- KKKS Kalsul mencatat lifting Migas Kalsul untuk jenis Hidrokarbon minyak mentah + kondensat (BOPD) sampai dengan 11 November 2020 telah menjangkau 105 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP), atau menyentuh angka 82.711 dari yang ditargetkan 78.947. Sementara jenis hidrokarbon Gas Bumi (MMSCFD) telah terealisasi 107 persen atau mencapai 1.702 dari target 1.597.

“Secara nasional Lifting Migas Kalsul menyumbang 12 persen minyak mentah dan 31 persen gas bumi untuk nasional. Kalsul memiliki 58 wilayah kerja dengan lokasi terbanyak Kaltim 37 wilayah kerja,” kata Abas menjelaskan.

Abas mengatakan pemerintah menargetkan produksi siap jual atau lifting minyak bumi nasional sebesar 1 juta barrel per hari pada 2030. Disisi lain kedepan industri migas dihadapkan pada tantangan rumitnya perizinan, tumpang tindih peraturan pusat dan daerah, rezim fiskal dan ketidaktersediaan data. Mengakuisisi lahan dan proses monetisasi migas yang semakin lama, juga menjadi kendala dalam mencapai target tersebut.

Dalam tatanan SKK Migas, kata Abas, pihaknya lakukan jemput bola dengan mendorong kebijakan dengan terobosan dalam penyiapan administrasi, komersialisasi kemudahan dan percepatan investasi dan perizinan satu pintu.

“Rata-rata pengurusan izin dipercepat menjadi tiga atau empat hari, ada penghapusan PPN LNG dan SKK Migas juga berharap ada fleksibilitas bentuk kontrak bagi hasil dan keterbukaan data. Dengan demikian diharapkan target satu juta barrelper hari di tahun 2030 dapat tercapai,” kata Abas.

“SKK Migas tahun ini berhasil pertahankan Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan.s etelah sebelumnya mendapatkan sertifikasi ini di tahun 2018.Sertifikasi berbasis SNI ISO 370001: 2016 ini telah melalui audit surveillance pada dua sampai enam november 2020,” kata Abas lagi. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Bahrani : Tetap Patuhi Prokes Pencegahan Penularan COVID-19, Jangan Remehkan

IDCFM.CO.ID;SANGATTA—Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal memastikan jika upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19 di Kutim tidak bisa berjalan maksimal, jika masyarakat selaku individu tidak mau mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) terutama 4M , yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, serta menghindari kerumunan. Hal ini diungkapkan […]

Subscribe