Awas COVID-19 !!! 40 Klaster Keluarga Terbentuk di Kutim

Redaksi
IDCFM.CO.ID,SANGATTA - Masyarakat hendaknya lebih melek mata terhadap perkembangan kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pasalnya, hingga Senin (5/10/2020) petang kemarin, perkembangan data terbaru penanganan kasus COVID-19 di wilayah Kutim cukup mengejutkan. Jumlah akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 kini sudah mencapai 495 kasus, dengan jumlah terkonfirmasi sembuh sebanyak 359 kasus dan delapan kasus meninggal dunia, membuat Kutim masih berada dalam status zona merah penyebaran COVID-19 di Kaltim.

Selain itu yang cukup menjadi perhatian khusus bagi masyarakat, selain terbentuknya klaster perkantoran pemerintah dan perusahaan swasta dalam penularan COVID-19, kini juga sudah terbentuk klaster keluarga. Bahkan saat ini di Kutai Timur sudah ada 40 klaster keluarga, dengan lebih dari seratus orang anggota keluarga yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Iya benar, selain kita dihadapkan dengan adanya klaster perkantoran pemerintahan dan swasta, kini kita juga dihadapkan dengan kenyataan sudah terbentuknya klaster keluarga dalam penularan dan penyebaran COVID-19 di Kutim. Saat ini tercatat sudah ada empat puluh klaster keluarga dengan lebih dari seratus orang anggota keluarga yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Kami perkirakan jumlah klaster keluarga ini bisa saja bertambah, seiring dengan terus adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang ditangani oleh RSUD Kudungga, setiap harinya," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal didampingi Kepala Bidang P2PL Muhammad Yusuf, saat evaluasi harian Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Minggu (4/10/2020) lalu.

Lanjut Yusuf, dengan semakin bertambahnya jumlah kasus COVID-19 di Kutim hingga adanya klaster keluarga, masyarakat seharusnya lebih mawas diri dan berhati-hati terhadap penularan virus Korona yang semakin tidak terkendali. Belum lagi ketersediaan sarana dan fasilitas medis untuk kasus penanganan rawat inap yang saat ini diketahui jumlahnya terbatas serta banyaknya kasus pasien positif korona dengan diagnosis  penyakit berat yang kini tengah ditangani tim medis COVID-19 di RSUD Kudungga. Sementara dari pihak pemerintah dan instansi terkait juga tidak lelah-lelahnya terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan bahayanya penularan COVID-19 dan juga pola pencegahannya.

"Kami berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dan waspada terhadap penularan virus korona. Apalagi dengan adanya klaster keluarga. Jangan dianggap remeh dan akhirnya setelah terinfeksi dan sakit, baru bingung dan ketakutan. Mencegah lebih baik daripada mengobati tentunya. Belum lagi dari laporan yang kami terima dari pihak rumah sakit (Kudungga, red), banyak pasien (COVID-19, red) yang dirawat, termasuk pasien dengan keluhan sakit yang berat-berat. Ditambah ketersediaan ruang perawatan isolasi dan alat penunjang tindakan medis khusus untuk penanganan kasus COVID-19 di RSUD Kudungga yang juga terbatas. Sementara pemerintah dan instansi terkait lainnya tidak pernah lelah untuk terus mengedukasi kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap penularan virus korona. Tetapi jika masyarakat tidak mau peduli dan tetap tidak mengindahkan anjuran protokol kesehatan terkait upaya pencegahan penularan COVID-19, maka kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi," ucap Yusuf.

Ditambakan, dengan semakin bertambahnya kasus klaster keluarga atau penularan dalam keluarga, menjadi indikasi masih rendahnya kepedulian dan kesadaran masyarakat Kutim akan bahayanya penularan virus korona. Bahkan yang lebih dikhawatirkan adalah jika nantinya terjadi fase dimana seseorang tertular COVID-19, tetapi dia tidak mengetahui dari siapa dia tertular.

"Tolong disebarluaskan kepada masyarakat melalui media informasi apa saja, agar semua waspada terhadap menularan dan penyebaran COVID-19. Kita tidak ingin terjadi penularan di Kutim pada tahap  seseorang tertular COVID-19, tetapi dia tidak tahu dari siapa dia tertular. Ini akan menjadi indikasi jika penyebaran dan penularan COVID-19 di Kutim sudah semakin sporadis dan tidak terkendali," tegasnya. (Ijr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Angka Kasus COVID-19 di Kutim Terus Meningkat, Ini Penyebabnya !

IDCFM.CO.ID; SANGATTA - Tidak bisa dipungkiri, kasus penularan COVID-19 di Kutai Timur dalam dua pekan terakhir, terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan dari rilis Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pertanggal 5 Oktober 2020, jika Kabupaten Kutai Timur masih menjadi salah satu daerah dari enam Kabupaten dan […]

Subscribe