Perwali Razia Masker Terbit, Pelanggar Diberi Sangsi Sosial Hingga Denda Rp. Satu Juta

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– Wali Kota Balikpapan akhirnya terbitkan perwali mengenai Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Dalam Perwali yang nomor 23 tahun 2020 tersebut kegiatan razia penggunaan masker dilaksanakan serentak di seluruh wilayah kecamatan dalam kota Balikpapan mulai 24 Agustus sampai dengan 29 Agustus 2020.

“Kita laksanakan razia ini karena kasus covid-19 semakin masif. Sesuai Inpres nomor enam tahun 2020 yang menginstruksikan Pemda lakukan penindakan peningkatan disiplin masyarakat,” kata Rizal kepada wartawan usai apel kesiapan kegiatan razia masker di halaman kantor wali kota pada Senin (24/ 08/ 2020) sore.

Dalam kesempatan itu wali kota Rizal mengatakan kasus yang terkonfirmasi positif pada Senin ini berjumlah 83 kasus. Sementara kasus yang meninggal sebanyak tujuh jiwa. Angka kematian di Balikpapan pada senin ini, kata Rizal, menyumbang 10 persen dari angka nasional. 

Tingginya kasus tersebut, dengan dukungan Polda Kaltim dan Kodam VI Mulawarman pelaksanaan razia masker dilakukan pada tempat dan fasilitas umum, seperti jalan protokol, pertokoan, warung makan, cafe dan pasar. Tim gabungan yang turut andil dalam razia diantaranya Satpol PP. Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Polresta Balikpapan, Dinas Perdagangan, Kodim, POMPDAM, POM Al, POM AU dan Kecamatan.

“Bagi yang melanggar akan ada tiga sangsi. Pertama sangsi sosial dengan menyapu fasilitas umum, alatnya sudah kita siapkan. Kedua sansi menyediakan masker sebanyak 19 buah atau sangsi ketiga denda 100 ribu rupiah. Untuk sangsi denda nanti uangnya kita serahkan ke tim gugus tugas untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pencegahan covid seperti membeli masker kembali,” ujar Rizal.

Selain sangsi bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker ketika bepergian keluar, perwali tersebut juga mengatur tentang  sangsi bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kedapatan keluar rumah.   

“Ada satu sangsi cukup berat OTG yang terkonfirmasi positif sangat berat sangsi yaitu sampai satu juta rupiah. Tidak ada sangsi sosial karena  itu membahayakan warga lainnya. Jadi harus sama-sama disadari kita laksanakan dengan tegas,” kata Rizal.

“Angka ini harus kita turunkan secepatnya. Walaupun Pemerintah berusaha produksi vaksin tapi secara resmi belum bisa karena masih proses. Sehingga satu-satunya cara disiplin mengenakan  masker, cuci tangan, tidak berkerumun dan meningkatkan imun tubuh,” ujar Rizal menambahkan. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Semester Pertama Tahun Ini, Penduduk Kutim Bertambah 1.200 Jiwa

IDCFM.CO.ID; Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim), merilis data penduduk Kutim pada semester pertama di tahun 2020. Dari data yang disodorkan, diketahui jika jumlah penduduk Kutim pada pertengahan tahun ini meningkat, hingga lebih dari 1.200 jiwa. Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kutim, […]

Subscribe