Gelar Dialog, Plt Bupati Kutim Serap Aspirasi Pasukan Kuning Sangatta

Redaksi
IDCFM.CO.ID; Kutai Timur – Ratusan orang Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutai Timur (Kutim) dan Tenaga Harian Lepas (THL) yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan, memadati ruang pertemuan Kantor UPT Kebersihan Sangatta Utara, Kamis (6/8) pagi. Bukan tanpa alasan, kehadiran ratusan orang yang kesehariannya bertugas sebagai Pasukan Kuning ini untuk berdialog dan menyampaikan uneg-unegnya kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kutim, Kasmidi Bulang.

Dalam dialognya, terungkap sejumlah permasalahan yang menjadi keluhan dan selama ini dipendam oleh para anggota pasukan kuning ini. Mulai dari tidak seragamnya upah harian pekerja di kedua UPT tersebut, harapan adanya peningkatan kesejahteraan, minimnya seragam dan kelengkapan selama bekerja hingga kekhwatiran hilangnya pekerjaan karena adanya isu outsorcing.

“Selama bertugas sebagai supir truk pengangkut sampah dengan status sebagai tenaga harian lepas di UPT (Unit Pelaksana Teknis) Kebersihan Sangatta Utara, saya merasa seperti ada yang dibedakan antara kami di Sangatta Utara dengan rekan-rekan sekerja di UPT Sangatta Selatan. Sebab, untuk kru dari supir di sini (UPT Kebersihan Sangatta Utara, red), hariannya (upah, red) Rp 95.000 perhari. Sementara di Sangatta Selatan, upahnya Rp 110.000. Tentuny kami sedikit merasa kecewa, karena terlalu jauh perbedaannya,” ujar Aslamuddin, disambut riuh tepuk tangan dari rekan sekerjanya saat menyampaikan uneg-uneg kepada Plt Bupati Kutim, Kasmidi Bulang.

Sementara Lukman, yang juga seorang supir di UPT Kebersihan Sangatta Utara, menyampaikan kekhawatirannya karena adanya isu outsorcing atau akan adanya kerjasama antara UPT Kebersihan dengan perusahaan swasta selaku pihak ketiga dalam pengelolaan sampah di Kota Sangatta. Dirinya khawatir jika outsorcing tersebut terjadi, maka dirinya dan sebagian besar rekan sekerjanya akan kehilangan pekerjaan. “Saya dengan dalam beberapa hari terakhir ini, ada kabar bahwa UPT Kebersihan akan ditanganketigakan atau dikontrak kerjasamakan dengan pihak swasta. Klo itu terjadi (outsorcing, red) bagaimana nasib kami ini,” ucap Lukman.

Menanggapi keluhan dan uneg-uneg pasukan kuning tersebut, Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang, menyampaikan jika dirinya akan mempelajari dan menjadikan keluhan serta masukan dari para pasukan kuning di Kota Sangatta ini sebagai bahan saat dirinya membahas anggaran dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kutim. Terutama terkait penyetaraan standar upah harian dan insentif kesejahteraan bagi para pekerja yang akan dimasukkan dalam pengajuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kutim tahun ini, atau paling lambat pada anggaran murni tahun 2021 mendatang. Sementara terkait kekhawatiran para pekerja harian jika nantinya pengelolaan sampah dikerjasamakan antara UPT Kebersihan dengan pihak swasta, Kasmidi memastikan jika para tenaga harian lepas tidak akan kehilangan pekerjaan.

“Keluhan dan uneg-uneg para pasukan kuning Sangatta ini sudah saya catat semua dan akan menjadi masukan dalam pertemuan dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah, red) Kutim, terutama terkait penyetaraan standar upah harian dan peningkatan kesejahteraan pekerja dan pegawai negeri sipil di sini (UPT Kebersihan, red). Jika memungkinkan, akan kita usulkan dalam penganggaran APBD Perubahan tahun ini, atau paling lambat pada anggaran murni tahun depan. Sementara untuk isu outsorcing, saya minta jangan jadi khawatiran yang berlebihan. Pemerintah Kutim memastikan jika para tenaga harian lepas di sini tidak akan kehilangan pekerjaan. Meski ke depan mungkin saja sampah di Kota Sangatta akan dikelola bersama dengan pihak swasta, tetapi kami sudah meminta agar pekerjanya tetap memanfaatkan tenaga harian lepas yang saat ini sudah bekerja di UPT Kebersihan, baik di Kecamatan Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan. Pihak swasta juga sudah menyetujui permintaan Pemerintah Kutim tersebut. Jadi jangan khawatir kehilangan pekerjaan,” jelas Kasmidi kepada wartawan, saat ditemui usai pertemuan. (Ijr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Embarkasi Jadi Tempat Isolasi Mandiri, Rizal Minta KeIkhlasan Warga Balikpapan Timur

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN– Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan kumpulkan puluhan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat Balikpapan Timur (Baltim) dalam rangka sosialisasi rencana penggunaan Asrama Embarkasi Batakan sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Kegiatan tersebut berlangsung di hall Embarkasi pada Jumat (07/ 08/ 2020) sore dan dijalankan sesuai protokol […]

Subscribe