Gunakan Alat PCR COVID-19 Tanpa Izin, Dinkes Kutim Bakal Panggil Manajemen RS PKT Sangatta

Redaksi
IDCFM.CO.ID; Kutai Timur – Akibat tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) dalam penggunaan alat tes Polymerase Chain Reaction  (PCR) untuk pemeriksaan swab Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Dinkes Kutim akan memanggil pihak manajemen Rumah Sakit Pupuk Kalimantan Timur (RS-PKT) Sangatta. Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal kepada IDC, Minggu (5/7).
“Besok (hari ini, red) akan kami panggil pihak RS-PKT (Rumah Sakit Pupuk Kalimantan Timur, red) yang mengoperasikan alat PCR (Polymerase Chain Reaction, red) COVID-19, tanpa izin dari Dinkes Kutim,” ujar Bahrani saat dihubungi IDC melalui pesan aplikasi WhatsApp, Minggu (5/7) siang.

Lanjut Bahrani, pihak RS-PKT Sangatta seharusnya mengetahui prosedur dalam penggunaan setiap alat atau mesin medis di tempat kerja mereka, yang harus terlebih dahulu mendapatkan izin atau rekomendasi aplikasi pengopersian alat medis oleh Dinkes Kutim. Termasuk dalam pengoperasian alat PCR COVID-19 yang juga harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Dinkes Kutim dan didaftarkan secara resmi pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Sehingga hasil pemeriksaan PCR dari proses tes swab, secara medis bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.

“Seperti kejadian hari ini (kemarin, 5 Juli 2020, red), bahwa ada satu pasien yang dinyatakan terkonfirmasi COVID-19, yang hasil pemeriksaan swabnya dikeluarkan oleh RS-PKT. Sementara RS-PKT sendiri tidak memiliki izin dari Dinkes maupun Badan Litbangkes untuk mengoperasikan alat PCR yang mereka beli sendiri. Sehingga pasien yang sudah dinyatakan terkonfirmasi positif oleh RS PKT tersebut kami anggap ilegal dan tidak bisa dilaporkan secara resmi ke Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kaltim dan Pusat,” jelas Bahrani.

Ditambahkan Bahrani, dalam melakukan penanganan COVID-19, Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dari tingkat nasional hingga daerah bekerja secara terkoodinasi dan sambung-menyambung. Sehingga tidak boleh ada pihak rumah sakit manapun yang tidak ditunjuk atau direkomendasikan oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19, melakukan pemeriksaan maupun tes swab, hingga mengeluarkan hasil medis hasil pemeriksaan PCR COVID-19. Sebab jika terdaftar dan memiliki izin resmi, maka hasil medis yang dikeluarkan rumah sakit terdaftar tersebut juga memiliki kekuatan hukum sah, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk saat ini, hasil PCR COVID-19 yang dikeluarkan RS-PKT, kami anggap ilegal dan tidak memiliki kekuatan hukum yang sah. Jadi harus difahami semua pihak, tidak bisa seenaknya melakukan pemeriksaan swab dan PCR, jika tidak mendapatkan izin dari Dinkes Kutim. Ada aturan baku yang harus dipatuhi dan dipenuhi oleh setiap rumah sakit ataupun laboratorium kesehatan swasta. Bahkan tidak semua laboratrium kesehatan milik pemerintah, bisa melakukan tes PCR,” tegas Bahrani. 

Sebagaimana diketahui, Minggu (5/7), Dinas Kesehatan Kutim merilis data perkembangan penanganan kasus COVID-19 di Kutim, terjadi penambahan sebanyak 19 kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Seharusnya, data penambahan kasus COVID-19 yang dirilis Dinkes Kutim, total sebanyak 20 kasus terkonfirmasi positif. Namun dikarenakan 1 (satu) kasus merupakan laporan dari salah satu rumah sakit swasta di Sangatta yang tidak memiliki izin mengoperasikan alat PCR (Polymerase Chain Reaction, red) COVID-19, sehingga laporan satu kasus terkonfirmasi tersebut dianggap ilegal dan tidak sah secara hukum, serta tidak dilaporkan secara resmi kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kaltim dan Pusat.(Ijr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

COVID-19 Kutim Tembus 70 Kasus, 1 Kasus Dianggap Ilegal

IDCFM.CO.ID; Kutai Timur – Perkembangan kasus penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami peningkatan signifikan jelang penerapan masa normal baru atau new normal. Pasalnya, Minggu (5/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, secara resmi merilis angka perkembangan penanganan COVID-19 di […]

Subscribe