182 Calhaj Asal Kutim Batal Berangkat, Masuk Prioritas Tahun Depan

Redaksi
IDCFM.CO.ID; KUTAI TIMUR – Sebanyak 182 orang calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tahun ini dipastikan batal berangkat menunaikan Rukun Islam kelima atau berangkat berhaji ke tanah suci Makkah. Pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun ini tidak hanya dialami di Kutim, tetapi berlaku bagi seluruh Calhaj Indonesia yang disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Fachrul Razi melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Agama RI Nomor 494 Tahun 2020, tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 1441 H/ 2020 M. 

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kutim, Nasrun saat diwawancara awak media menuturkan bahwa pertimbangan Menteri Agama, Fachrul Razi membatalkan pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia tahun ini lebih kepada upaya menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan jemaah haji dari ancaman pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

“Jadi pertimbangan utama yang diambil pemerintah dengan melakukan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini adalah lebih pada kemaslahatan ummat. Adalah dalam syariat Islam menjadi lebih diutamakan menjaga jiwa selain menjaga agama, akal, keturunan dan harta. Terutama menghadapi ancaman pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi. Selain itu, pemerintah Arab Saudi sampai dengan tanggal 1 Juni 2020 belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M, sehingga pemerintah Indonesia tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan dan pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jemaah haji secara aman, nyaman, tertib dan sesuai dengan ketentuan syariat. Jadi tidak hanya (jemaah haji, red) reguler saja yang gagal berangkat, namun termasuk calon haji yang khusus atau haji plus,” jelas Nasrun.

Lanjutnya, untuk 182 Calhaj asal Kutim yang diketahui telah melakukan pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) tahun ini, akan menjadi prioritas untuk keberangkatan pada tahun 2021 mendatang. Sementara bagi petugas yang masuk dalam tim pemandu haji daerah (TPHD) tahun ini, dengan adanya pembatalan pemberangkatan haji maka petugas TPHD ini juga ikut dibatalkan. Nantinya akan ada mekanisme lagi untuk pengrekrutan petugas TPHD tahun depan, dengan kembali dilakukan seleksi.   

“Karena gagal berangkat haji, maka 182 orang calon haji asal Kutim yang tahun ini sudah melunasi Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji, red) akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan tahun 2021 mendatang.sedangkan untuk petugas TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah, red) juga ikut batal berangkat serta batal ditugaskan. Nantinya tahun depan, bagi petugas TPHD ini akan kembali dilakukan seleksi rekrutmen, sebagaimana mekanisme yang ada,” ujar Nasrun.

Ditambahkan Nasrun, meski tahun ini pemerintah batal memberangkatkan calon haji asal Indonesia, namun pemerintah melalui kantor Kementrian Agama RI yang ada di Kabupaten dan Kota, tetap melakukan bimbingan atau manasik haji kepada calon jemaah, meski dilaukan secara virtual. Namun dengan ada penerapan “New Normal”, tidak menutup kemungkinan pembinaan manasik haji dilakukan secara langsung, terutama bagi calon jemaah haji mandiri.   

“Dengan batal berangkat (Haji, red) tidak membuat pembinaan manasik ditiadakan. Kami tetap melakuan pembinaan dan bimbingan manasik haji, meski secara virtual. Sementara dengan diberlakukannya New Normal, maka pelaksanaan manasih haji juga bisa dilakukan secara langsung, terutama bagi calon haji mandiri,” jelasnya. (Ijr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

MES Balikpapan Dorong Pemda Terbitkan Edaran Belanja di Warung Tetangga

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN–Memasuki era new normal atau tatanan hidup baru pasca Pandemi Covid-19, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan bisa beradaptasi dan bisa menangkap peluang bisnis yang ada. Mengingat UMKM merupakan ujung tombak ekonomi suatu negara dan memiliki peran yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.  Bambang Saputra- Sekretaris Masyarakat […]

Subscribe