Bawaslu Beberkan Indeks Kerawanan Pilkada 2020 di Kaltim

Redaksi

IDCFM.CO.ID; BALIKPAPAN–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur terbitkan Indeks Kerawanan Pilkada 2020 yang mana Kabupaten Paser berada pada peringkat tertinggi. Data yang ada berdasarkan hasil riset oleh Bawaslu Kaltim yang dihimpun dari Bawaslu kabupaten kota yang menghelat Pilkada dengan melibatkan media massa, KPU dan Kepolisian. 

Muhammad Ramli- Komisioner Bawaslu Provinsi Kaltim mengatakan Sesuai dengan indek yang dibuat oleh Bawaslu Provinsi Kaltim, tingkatkan kerawanan di kaltim dengan indek satu sampai enam, yang mana indek 1 dan 2 kategori rendah; indek 3 dan 4 kategori sedang dan indek 5 dan 6 kategori tinggi.

“Tingkat kerawanan paling tinggi Kabupaten Paser 5.8, sudah mendekati enam. Kerawanannya ada pada ASN dan politik uang. Kerawanan di Kabupaten Paser ini urutan ke 36 secara nasional,” ujar Ramli kepada wartawan disela Sosialisasi Indeks Kerawanan Pilkada Balikpapan 2020 di Aston Balikpapan pada Selasa (17/ 03/ 2020).

Adapun urutan kedua tingkat kerawanan tertinggi di Kaltim adalah Balikpapan. Ramli menyebutkan Balikpapan berada pada indek 4, alias sedang mendekati tinggi dan berada di urutan ke 108 secara nasional. Sedangkan indeks kerawanan paling rendah adalah Bontang  dengan indek 2.

“Untuk menghindari tingkat potensi kerawanan pada Pilkada, kami meningkatkan kegiatan sosialisasi termasuk meningkatkan upaya pengawasan untuk menghindari segala bentuk pelanggaran di Pilkada,” kata Ramli.

“Kalau Pilkada di Kaltim aman dan lancar, tidak ada pelanggaran, artinya kita siap menyambut IKN. Khususnya Pilkada di Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara. Kita berharap paling tidak semua pihak jadi lebih yakin kita pantas jadi IKN,” kata Ramli menambahkan.

Kata Ramli menjelaskan, saat ini Bawaslu Provinsi Kaltim telah memproses sedikitnya enam laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada serentak di sembilan kabupaten kota di Kaltim. Enam pelanggaran netralitas ASN tersebut masing-masing terjadi di Kabupaten Paser sebanyak tiga pelanggaran netralitas ASN, Kota Bontang dengan dua pelanggaran netralitas ASN dan Kabupaten Berau dengan temuan satu pelanggaran netralitas ASN.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang kami lakukan, keenam ASN di masing-masing wilayah tersebut diduga melakukan pelanggaran netralitas karena terbukti telah mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah ke salah satu partai politik dan terlibat proses pengumpulan dukungan untuk calon perseorangan. ASN tersebut juga terbukti memasang wajahnya di baliho  dan alat peraga lainnya untuk meminta dukungan dari masyarakat,” kata Ramli menyebutkan.

“Keenam kasus dugaan pelanggaran netralitas yang melibatkan ASN ini telah kami serahkan penanganannya di KASN untuk diproses lebih lanjut. Posisi kami hanya untuk melakukan klarifikasi. Untuk bentuk pelanggaran atau sanksi yang akan diberikan tergantung pada Komisi ASN,” kata Ramli.

Adapun untuk dugaan keterlibatan dua ASN yang terlibat dalam proses penjaringan bakal calon kepala daerah di Pilkada Kota Balikpapan, kata Ramli, penyelidikan dihentikan. Hal ini dikarenakan Bawaslu tidak menemukan bukti yang akurat seperti nama yang bersangkutan tidak ditemui pada buku tamu dan daftar hadir pada Parpol yang bersangkutan.

“Kemaren sempat termuat berita itu. Ternyata penelusuran kami, tidak ada bukti mendukung, seperti daftar hadir tidak ada nama, sehingga di Balikpapan dihentikan. Karena ada dugaan harus ada lampiran,” ujarnya menekankan. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Penyaluran BBM & LPG Berjalan Normal, Stok Aman di Kaltim

IDCFM.CO.ID; Balikpapan – Pertamina melalui Marketing Operation Region VI Kalimantan memastikan bahwa pasokan BBM dan LPG dan pelayanan dalam pendistribusian produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Saat ini, Ketahanan stok baik BBM & LPG di wilayah Kalimantan rata-rata di atas 14 hari. Roberth Marchelino Verieza, Region Manager Comm, […]

Subscribe