Pemkot Terapkan Arsip Elektronik, Hemat Kertas dan Lebih Dinamis

Redaksi
Plt Kepala Arsip Nasional Dr. M Taufik M.Si (Baju Batik) saat terima kenang-kenangan dari Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip daerah Kota Balikpapan Heri Misnoto (Kemeja Putih),

IDCFM.CO.ID, BALIKPAPAN– Sayid MN. Fadly- Sekretaris Daerah Kota Balikpapan ungkapkan tidak lengkapnya arsip daerah, menjadi kelemahan pemerintah kota untuk memenangkan kasus sengketa lahan. Hal itu diutarakan Sayid Fadly saat menyampaikan kata sambutan dalam peluncuran Aplikasi e-Arsip di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan pada Rabu (10/ 12/ 2019).

“Setelah ada e-Arsip ini,  saya baru tau kalau saya ini Sekda ke- sembilan. Waktu itu ada kepentingan dari Polda Kaltim. Ternyata arsip itu penting. Bahkan kami karena arsip tidak lengkap sering kalah jika ada sengketa. Di era sekarang  peduli arsip jadi penting,” kata Sayid Fadly.

Sayid Fadly mengatakan gagasan pemerintah kota melalui Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah untuk meluncurkan aplikasi e-Arsip cukup baik. Terlebih sistem ini disinkronkan dengan Sistem Kearsipan Informasi Dinamis (SIKD) dan Sistem Kearsipan Informasi Nasional (SIKN). Sehingga daerah juga memiliki peran dalam menyelamatkan arsip negara.

“Tanpa arsip kita tidak akan tau siapa kita dan hanya ingat tiga generasi saja, selebihnya hilang. Dengan arsip selama dirawat, tidak akan hilang. Untuk itu lah perlu ada perubahan dari sistem kearsipan yang statis menjadi dinamis,” ujarnya lagi.

Plt Kepala Arsip Nasional Dr. M Taufik M.Si yang turut hadir dalam peluncuran e-Arsip Kota Balikpapan mengatakan Secara berkala akan ada audit unsur kinerja kearsipan di daerah untuk mengetahui tingkat kepatuhan daerah dalam menjaga arsip daerah.

selain itu akan ada pula pengawasan dari pusat terhadap proses kearsipan di daerah. Seperti arsip yang masuk, di retas atau di musnahkan. Namun ia tekankan bahwa pemusnahan arsip harus melalui mekanisme, seperti diharuskan mengantongi izin nasional.

“Ada mekanisme. Unsur audit kinerja kearsipan ini akan dilihat taat aturan ga. Nanti akan dilaporkan dan dipotret. Kalau ada pemusnahan, harus atas izin nasional. Jika tanpa mekanisme itu potensi pelanggaran Arsip memang ada masanya yang tidak lagi perlu disimpan karena nilai guna tidak ada lagi,” kata Taufik. (Imy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Indeks Kepuasan Layanan RSUD Beriman Mencapai 86 Persen

IDCFM.CO.ID, BALIKPAPAN–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Kota Balikpapan terus tingkatkan kualitas dan fasilitas pelayanan evaluasi dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit yang diresmikan pada tahun 2015 tersebut. Direktur Utama RSUD Beriman Balikpapan dr. C. I. Ratih Kusuma W. mengatakan, lembaga independen melakukan survei. Survei mengacu pada dua kategori […]

Subscribe