Sibuk Rapat, Anggota Dewan Enggan Temui Peserta Demo Jurnalis

admin

Balikpapan, idcfm.co.id -Puluhan jurnalis dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Independen (AJI) menggelar unjukrasa menuntut penuntasan terhadap kasus kekerasan aparat terhadap jurnalis oleh aparat kepolisian.
Koordinator aksi, Muhammad Idris mengatakan unjuk rasa ini merupakan aksi solidaritas untuk menangani tindak kekerasan terhadap wartawan yang terjadi dalam kegiatan peliputan unjuk rasa penolakan RUU KUHP di sejumlah daerah diantaranya di Jakarta dan Makassar.
“Kami mengecam kekerasan oknum polisi kepada jurnalis yang kembali menjadi sasaran kekerasan dari aparat kepolisian, dan hal ini kembali terulang dan kali ini terjadi di kota Makassar dan Jakarta,”kata Idris saat memulai aksinya di Halaman Mapolres Kota Balikpapan, Jumat (27/09/2019).
Kegiatan unjukrasa yang dilaksanakan para jurnalis diawali dengan berjalan kaki menuju Mapolres Balikpapan dari Taman Bekapai, pukul 09.30 WITA.
Para jurnalis dari berbagai media melakukan berjalan kaki dengan membawa jargon sambil meneriakkan protes terhadap tindakan kekerasan oknum polisi terhadap jurnalis ketika sedang melakukan peliputan unjuk rasa penolakan RUU KUHP di Jakarta dan Makassar.
Sampainya di Mapolres Balikpapan psra jurnalis sempat kecewa ketika Kapolres tidak dapat langsung menemui para pengunjuk rasa karena sedang ada pertemuan dengan Kepala Sekolah se Balikpapan.
Namun para jurnalis tetap melanjutkan aksi dengan menggelar orasi di trotoar depan Mapolres Balikpapan. Aksi ini mengundang perhatian dari para pengendara yang melintas di Jalan Jendral Sudirman Klandasan.
Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra keluar menemui para jurnalis.
Menanggapi tuntutan para jurnalis, Wiwin berjanji akan meneruskan aspirasi yang disampaikan ke satuan yang lebih tinggi yakni Polda Kaltim untuk diteruskan ke Mabes Polri.
“Saya sampaikan terima kasih kepada rekan rekan yang sudah menyampaikan, aspirasi para jurnalis akan disampaikan ke Kapolda untuk ditindaklanjuti,”ujar Wiwin di Mapolres Balikpapan.
Menurut Wiwin, berkomitmen untuk bekerjasama dengan media sesuai aturan yang ditetapkan.
“Media adalah partner kita di lapangan, bekerjasama secara secara sinergi untuk menginformasikan kegiatan yang dilakukan kepolisian,”terangnya.
Usai menyampaikan aspirasinya di Mapolres Balikpapan, para jurnalis melakukan unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kota Balikpapan.
Namun aksi yang dilakukan oleh para jurnalis di halaman Kantor DPRD Kota Balikpapan menimbulkan kekecewaan, karena dari 45 anggota legislatif yang tercatat di DPRD Kota Balikpapan hanya 2 anggota dewan hadir yakni
Suryani dari Partai Golkar, Rahmatiah dari Partai Gerindra.
“Kami kecewa kemana 45 anggota dewan, kenapa cuma 2 yang hadir,”ungkap salah satu jurnalis, Fredy yang merupakan jurnalis di radio KPFM.
Menanggapi kekecewaan dari para jurnalis, Suryani menjelaskan bahwa saat ini ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh sedang melakukan persiapan untuk mengikuti tabliq akbar dan anggota lainnya sedang rapat di masing-masing fraksi.
Aksi kemudian ditutup dengan penandatanganan spanduk petisi untuk menolak RUU KUHP dan kekerasan terhadap jurnalis yang hanya diwakili 2 anggota DPRD Kota Balikpapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Balikpapan Siap Kembangkan SRA

IDCFM.CO.ID, BALIKPAPAN—Sebanyak 54 sekolah di Balikpapan sudah ditetapkan sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). 54 sekolah tersebut mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Bahkan beberapa diantaranya relah mendapatkan penghargaan SRA dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Muhaimin- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan […]

Subscribe